MALAM ini benar-benar berjibaku. Belanjaan berita jelek-jelek. Tak ada kejadian heboh yang bisa jadi andalan. Tapi koran harus terbit, harus sampai ke tangan pembaca seperti biasanya, tidak kurang semenit pun.
Wow… Kami cuma berdua untuk halaman 1. Masih mending kalau belanjaannya semua lezat.
Kerjakan… Meski harus mengandalkan keajaiban, satu persatu judul kiriman dipelototi. Copot yang satu, pasang yang lain.
Akhirnya ketemulah judul “Diejek Tolol, Kubur Sepupu Hidup-hidup”. Lumayan lah.
Si Rachmat alias Icha pun turut menolong. Foto combonya pasti membuat orang makin gampang cabut lembaran Rp 1.000 untuk ditukar dengan SURYA, koran regional nomor 1 di Jatim.
Ternyata dikerjakan dua orang pun jadi. Mungkin juga karena belanjaan hari ini lebih mudah dicerna. Oke lah… Tinggal tunggu reaksi pembaca besok pagi.
Rungkut Industri Minggu mam
SURABAYA merayakan ulang tahun ke-716 dengan menggusur. Diakui atau tidak begitulah kenyataannya. Coba ditengok sekali lagi ke belakang apa peristiwa paling menonjol selama pekan pertama Mei di Surabaya? PENGGUSURAN.
LUPAKAN dulu Antasari Azhar atau siapa yang bakal menjadi mempelai Megawati di pilpres 8 Juli nanti kalau dia ditinggal Prabowo. Dua hari kemarin, Senin (4/5) dan Selasa (5/5), saya melupakan semua urusan kantor. Cuti….
LIBUR Sabtu – Minggu kemarin memang tidak terencana dengan detail. Aku cuma ingin memanfaatkan libur dua hari itu untuk ke Malang, ketemua adik-adik dan kedua orangtua yang masih sugeng. Biasanya sampai di Malang, kami sempatkan keliling kota, entah itu ke mal atau makan di luar sekeluarga.