Janis Joplin

janis-joplin-janis-joplin-123989_1024_768TIBA -tiba saja saya teringat Janis Joplin. Penulis lagu, komposer sekaligus vokalis blues ini  memikat perhatian saya. Sejatinya, nama ini mampir di telinga saya kira-kira 15 tahun setelah dia meninggal. Dia meninggal pada 1970.  Tapi baru 2008 saya bisa  mendengar dengan seksama karya musiknya.

Beberapa teman mencibir begitu mendengar suaranya yang serak kasar. Di beberapa lagu, ia memang laksana berteriak kesetanan. Maklum lah, gaya hippie. Tapi di beberapa lagu lainnya, suara serak itu terdengar lebih lembut dan menyayat. My Baby dan Me and Bobby McGee. Dua lagu ini telah mencuri hati saya. Mengapa tidak dari dulu saya nikmati Janis.

Dengan gaya menyanyi seperti itu, saya hanya bisa membandingkan Janis dengan Melanie Safka. Mereka kira-kira sebaya dan ngetopnya pun kira-kira pada kurun waktu yang sama, era hippie, 1970-an. Warna vokal mereka sama-sama lantang, tentu saja Melanie lebih lembut. Sama-sama memanfaatkan musikalitas sebagai media penyampain aspirasi politik dan sosial, meski banyak juga lagu mereka bicara tentang cinta antara laki-laki dan perempuan.

Coba sekali-sekali dengar Look What They Done to My Song, Ma-nya Melanie. Itu lagu luar biasa dan cocok dinyanyikan mereka yang berlidah tajam. Lagu ini kira-kira bicara soal kejamnya industrialisasi musik terhadap karya seni, musik tentunya.

Satu lagi… (nah di sini saya sulit berhenti dan membatasi bicara hanya pada Janis dan Melanie). Joan Baez. Penyanyi balada yang sangat dekat dengan Bob Dylan ini sanggup memaksa saya mendengarkannya menyanyi sambil memejamkan mata. Dia sangat menjadi sangat terkenal ketika melantunkan We Shal Overcome di hadapan demonstran antiperang.

Saya sangat terkesan ketika nonton performance Joan di depan segelintir anak muda. Ia menyanyikan lagu antiperang secara lemah lembut tetapi sangat mengena. Lagu itu berjudul With God on Our Side. Lagu yang sebenarnya dipopulerkan si Bob ini menggugat hobi perang bangsa Amerika, sampai mereka bisa menyatakan perang atas nama Tuhan.

Cobalah dengarkan mereka. Cobalah mendengarkan sambil memejamkan mata biar tidak ada kontaminasi spirit lain lewat mata. Coba saja..

2 Komentar

Filed under musik

2 Respon untuk Janis Joplin

  1. NOEL

    aku boleh minta ga koleksi nya melanie safka
    biar nambah koleksi pendengaran aku

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s