(Jangan) Melewatkan Kantor Baru

INI hari-hari terakhir kantor Surya di Margorejo digunakan awak redaksi untuk memproduksi koran. Kami akan pindah ke SIER, ke sebuah bangunan bekas pabrik mebel, yang disulap menjadi percetakan dan kantor redaksi. Sudah 10 tahun lebih beberapa bulan saya ngantor di Margorejo. Tapi (sialnya), saya mungkin tidak bisa menikmati hari-hari terakhir di kantor lama, menyaksikan orang terakhir yang meninggalkan gedung berlantai 3 itu.

Ya, sejak awal September, saya dipindahkan ke Biro Malang. Dua jam perjalanan dari Surabaya (dengan catatan Porong tidak macet). Hanya sehari dalam seminggu saya bisa pulang ke Surabaya. Masih untung kalau sempat mampir ke kantor seperti Minggu (24/10) siang, sebelum saya bertolak ke Malang. Saat itu saya menyaksikan awak TI dan cleaning servis memindahkan puluhan meja yang selama ini ditempati teman-teman. Ah.. setidaknya ada proses pindah yang saya saksikan, meski itu sekadar angkut-angkut meja.

Saya merasa terlalu emosional dalam hal ini. Biar saja, ah. Ini tempat kerja saya selama 10 tahun terakhir. Di sini saya mendapat banyak teman, rezeki dan di sini pun saya ditempa. Bahkan di sini pun saya mendapatkan jodoh. Saya kira perasaan saya ini dipunyai teman-teman lain. Ada ikatan emosional dengan gedung berdinding krem itu.

Saya merasa perlu mengalami atau ikut merasakan perubahan itu. Ini memang perubahan besar yang kesekian kali terjadi di kantor. Misalnya eksodus dengan iming-iming uang pesangon ratusan juta rupiah yang membuat sebagian teman shock. Perubahan lain yang bisa saya sebutkan adalah bergantinya wajah Surya, dari hitam menjadi merah. Perubahan ini membawa perubahan-perubahan lain yang baik. Performa perusahaan keuangan jadi jauh lebih baik.

Tapi (sialnya) perubahan yang terakhir itu tidak saya rasakan. Sebab beberapa bulan sebelumnya, saya dipinjam perusahaan yang masih satu keluarga di Jakarta. Saya merasa jauh karena tidak ikut merasakan dinamika membangun Surya secara lebih dekat. Saat itu, sebagian besar awak redaksi ikut terlibat dalam launching Surya merah yang cukup mengentak masyarakat pembaca koran. Saya punya kesibukan sendiri di Jakarta.

Serbuan informasi dari blog dan status di Facebook kawan-kawan sekantor selalu membuat penasaran. Mereka mengabarkan satu per satu peristiwa harian yang akhirnya bermuara pada kepindahan ke kantor baru.

Ah.. masak perubahan yang sekarang pun saya nggak ikut lagi. Sayang ah..

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under kantor, surabaya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s